Aq memutuskan untuk men-shut down komputer ku setelah semalaman dia gak beristrahat penuh, cuz aq cuman membuatnya dalam status stand by klo aq mo tidur.
Aq ngerasa perlu sedikit retreat. Bukan retreat seperti yang biasa digambarkan, yang musti kepuncak dengan acara ibadah khusus. Dari artikel rohani yang pernah aq baca, retrat bukan hanya kegiatan seperti itu. Tapi juga bisa merupakan tindakan mundur sejenak dari rutinitas, untuk merenung dan memperoleh kembali semangat untuk bisa maju dengan semangat yang baru.
Jam di kamarku udah menunjukkan pukul 6 sore kurang 5 menit, ya itu cuz kecepatan 15 menit, means sebenarnya masih pukul 6 sore kurang 20 menit.
Aq naik ke lantai paling atas koztanku, tempat dimana aq dan anak2 penghuni kozt melati menjemur pakaian. Sejenak aq ingin mengosongkan pikiran, tapi selalu aja ada hal yg melintas. Aq perhatikan pohon2 hijau yang ada di belakang koztan ku. Semua yang terlihat masih hijau, dan dengan gagahnya berdiri kokoh dengan batangnya yang besar.
Terlintas di pikiran ku, apa si pohon pernah merasa bosan harus menjalani hari yang sama setiap hari?
Berdiri kokoh untuk menghadapi hal yang sama setiap hari, menyediakan oksigen untuk makhluk hidup yang lain. Apa dia pernah merasa bosan dengan rutinitas itu?
Aq gak tau, cuz emank aq g bisa bahasa pohon, n aq juga g yakin klo mereka sesama pohon punya bahasa khusus untuk berkomunikasi.
pohon-pohon itu gak selalu hidup dengan daun2nya yang hijau, ada saatnya mereka menggugurkan daun2nya <itu yang aq tau sebagai kebiasaan pohon tertentu untuk menyesuaikan diri pada musim tertentu>.
Bahkan untuk beberapa pohon yang menghasilkan buah, mereka juga gak selalu menghasilkan buah yang banyak dan bagus. Mungkin atau juga pasti ada saatnya mereka menghasilkan buah yang sedikit, yang tidak bagus, atau mungkin juga samasekali tidak menghasilkan buah. N itu semua terjaadi pasti karena satu dan lain hal, mungkin dia kurang nutrisi, atau mungkin dia stress dengan lingkunganya, atau mungkin penyebab lainny yang aq juga kurang tau ya, cuz emank aq belum punya keinginan untuk mempelajari ilmu tentang tumbuh2an.
Untuk orang2 yang mengerti masalah tentang tanaman, pasti dia bisa memaklumi keadaan si pohon. Tapi coba klo orang itu gak ngerti, pasti dia akan marah2 n ngomel2 g jelas ngomentari si pohon.
Klo menurut aq ternyata kita manusia juga kadang bisa diumpamain kya pohon2 itu. Manusia yang harus menghadapi rutinitas yang hampir sama setiap hari. Terasa membosankan memang terkadang. Tapi emank itu lha bagian yang Tuhan percayakan untuk dilakukan. Mungkin tujuan dan fokus dari aktivitas tersebut lha yang akan membedakan cara pandang orang yang satu dengan yang lainnya dalam menjalani rutinitasnya.
Ada saatnya kita selalu bisa melakukan yang terbaik untuk bagian yang kita lakukan. Membuat orang lain merasa bangga atas hasil kerja dan prestasi kita. Tapi ada saatnya kita membuat orang lain kecewa. Dan gak seharusnya orang lain men judge kita yg macam2 saat kita tidak bisa memuaskan mereka. Karena pasti ada alasan n penyebab khusus di balik semua itu.
Sejenak pikiranku beralih ke burung2 yg lagi betrbangan. Enak sekali sepertinya bisa pergi kemana aja dengan sayapnya itu. Sering ada manusia yang pengen jadi seperti burung, bisa terbang bebas n pergi kemana aja dia suka. Tapi kira2 pernah gak ya burung2 itu punya keinginan untuk jadi seperti manusia?? Kyanya gak dech. Pasti burung2 itu berpikir <emank burung bisa mikir y?> gak enak jadi manusia, banyak masalah, sebentar patah hati, sebentar kekurangan uang, sebentar sakit hati, sebentar nangis, n bannyak lg lha masalah yg manusia rasakan.
Tapi setiap makhuk hidup pasti diciptakan dengan masalah masing2, dengan pergumulan masing2. N itu gak mungkin sama untuk tiap2 orang. Tuhan pasti kasih kita bagaian2 yang harus kita hadapi sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Untuk apa yang A alami sekarang ataupun yang pernah A alami yg dirasa sangat berat, pasti itu diijinkan terjadi cuz emank kapasitas A buat ngadepin semua itu.
N sekarang apa yg aq hadapi, pasti Tuhan udah atur juga klo emank itu adalah bagian yang sesuai dengan kapasitas aq. Tuhan hebat banget emank. Semua ciptaanNya di buat beda semua, gada yg sama. Ada yang tegar, n pasti ada yg rapuh juga.