- Berpikir ‘BISA’
Hambatan utama bagi tumbuhnya kretivitas adalah dalam mindset, pikiran anda, yaitu ketika anda mengatakan, “tidak mungkin…“ , “tidak ada yang pernah coba“, “saya tidak kreatif“. Satu-satunya jalan adalah dengan membuka kunci pikiran anda, ganti dengan mindset baru yang selalu mengatakan “BISA”, dan gunakan kalimat positif yang membuka jalan ke arah kreativitas, seperti “pasti ada jalan…“, “kita carikan jalan keluar…“, “selalu ada solusi“. Genjot pikiran untuk selalu ‘think beyond‘ dengan mengatakan: “kenapa tidak?“
- Berani Ambil Resiko, Terampil Hitung Resiko
Manusia memang tidak mau rugi, tidak ingin sakit. Namun, sikap yang perlu dibangun untuk mengasah kreativitas adalah sikap mau menerima kegagalan sebagai bagian dari proses, sikap kompromi terhadap kesulitan, dan berani ambil risiko terhadap kemungkinan kegagalan atau tidak optimalnya implementasi. Jika anda adalah seorang atasan, bantu anak buah untuk bangkit dan belajar dari kesalahanya. Yang terpenting adalah membangun lingkungan dan budaya untuk memfasilitasi belajar dan mengambil pelajaran dari kesalahan yang dibuat. Ingat kalimat bijak, ‘People who never fail are those who never try. If you never try you can never succed‘.
- Asah Teknik Menggali Ide Kreatif
Banyak orang tahu perlunya menggali ide kreatif. Banyak buku yang mengulas teknik-teknik populer dan kiat-kiat, misalnya brainstorming, mind-mapping, asosiasi bebas, tenik fishbone untuk mengklarifikasi akar masalah. Namun, dalam dunia bisnis di negara kita, sangat dikenal acara rapat yang ’one way communication‘. Artinya, atasan banyak bicara dan memberi ‘arahan‘ kepada bawahan, sementara bawahan tidak bertanya, apalagi mengeluarkan usulan kreatif. Kebiasaan ‘meeting’ seperti inilah yang perlu diubah. Seorang atasan yang berpikir maju mengatakan: “Di dalam gaji anda terkandung keharusan untuk mengeluarkan semua ide di rapat. Jadi yang diam saja berarti melakukan korupsi pemikiran.”
- Senantiasa Bangunkan Otak
Waspadai ketika pikiran kita sedang malas, dan senantiasa bangunkan otak anda. Caranya, dengan senantiasa menyerap ha-hal baru. Tingkatkan kerja panca indra anda dengan melihat, mendengar, meraba, merasa secara lebih intensif dengan sengaja. Pasang mata-telinga anda tajam-tajam, dan berusahalah memahami bahkan menikmati apa yang anda lihat dan dengar dalam setiap kesempatan, membaca, mencatat, mendengarkan radio, mendokumentasikan artikel menarik, benchmark, dan travelling. Dengan demikian anda mendapatkan lebih banyak ide dari berbagai sumber yang tidak terbatas. Proses curiosity (rasa ingin tahu) dan latihan observasi ini sendiri juga merupakan proses kreativitas. Tanpa terasa, hasil pengalaman anda ini akan menjadi narasumber ketika anda membutuhkan ide solusi tertentu.
(Kompas, 15 Juli 2006)
(dikutip dari buku berjudul “Menggapai Kepribadian Dewasa“)