absolutely me…

just as 'lil bit documentation about me and arounds

last day on august August 31, 2009

Filed under: my diary — nettylaora @ 3:34 pm

at the end of august n the start of this week
i wake up full with woories to face the reality that my research isn’t yet finish :(

 

sensitive question August 19, 2009

Filed under: my diary — nettylaora @ 9:42 am

hoah……….

pertanyaan wajar tapi bisa menyayat hati klo cara bertanyanya salah.

kapan seminar?

wisuda oktober?

udah beres ya? jadi siap wisuda donk oktober??

foo…

cape saia mendengar pertanyaan-pertanyaan sejenis itu…

saia akhirnya merasakan juga, gimana gak enaknya rasanya ditanyain kya gto.

dulu pernah tuh, saia ketemu kakak tingkat angkatan 40 di perpus, dengan polosnya saia menanyakan pertanyaan seprti di atas sebagai basa-basi. yang selanjutnya disambut dengan respon yang agak jutek…hahahaha

ya iya lha….sekarang saia baru merasakannya.

uhm….but sebenernya tergantung cara nanya si penanya juga, klo si penanya mengerti bahwa pertanyaan berjenis seperti di atas adalah pertanyaan sensitif, mungkin si penanya akan bertanya dengan lebih bijak lagi. mungkin seperti ini:

“hai ka, apa kabar…gimana penelitiaanya?? lancar?? ada yang bisa aku bantu untuk doakan??”

nah, kya gto kan lebih enak didengar :-D

seperti kemaren, saat saia sedang membereskan isi tas saat akan pulang dari perpus LSI, saia bertemu seorang adik PMK yang baru akan masuk perpus, dia bertanya seperti ini:

okto: “hai ka..gimana penelitiannya? udah beres?

saia: “hehe, belum dek, ini masih lagi dikerjain..”

okto: o, gto ka, berarti kaka wisuda kapan?

saia:” ya lulus tahun ini aja lha pokoknya :-D

okto: “o,ya emank kaka jurusan apa ya?”

saia: “ilkom”

okto: “wah…..lama donk itu ka, udah paling susah, paling lama lg..”

saia: “heh…jngn gto donk okto…..hehe…..gak lha….

dan di tempat lain setelah beranjak dari perpus, saat akan membeli makan, saia lagi-lagi bertemu makhluk dengan pertanyaan yang sejenis dari seorang teman satu angkatan, tapi beda fakultas, ya dia dari kehutanan, sebut saja namanya rotan :-)

rotan: “hai, gimana udah beres, wisuda oktober ya…

(sebel banget saia dengan pertanyaan yang saia anggap juga sebagai suatu pernyataan)

saia: “ha…?hehe…ga tau dech……

pertanyaan lain yang topiknya berbeda juga bisa menjadi sebuah pertanyaan sensitif, seperti:

kapan nikah?

kapan punya anak?

kapan kerja?

kapan nyusul??

hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

hahaha….sebenarnya tergantung kondisi hati juga sie saat menerima pertanyaan itu, klo emank lagi seneng-seneng ajah mah, ga masalah ditanyain kya gto…

yah….intinya….pinter-pinter lha membaca sikon saat memberi pertanyaan-pertanyaan yang agak sensitif seperti itu, n juga musti bisa untuk mau mengerti apa yang dirasakan si korban..hehe..jadi nanyanya bisa lebih berperasaan lagi.

trus gimana taunya klo pertanyaan yang mau kita tanyakan adalah pertanyaan sensitif???

ya……banyak-banyak aja bergaul n membaca n yg pasti merasakan :-D ..hehe…jd bisa punya n juga tau pengalaman dari apa yg kita n orang lain juga alami.

 

ala Loser August 7, 2009

Filed under: my diary — nettylaora @ 1:20 pm

hadoh…
why must him??
knp aq jd mikirin dia ya??
jelas2 dia udah berkhianat!! lho?? koq?? berkhianat??
hehe..jelas2 jg udah bubar, means sah2 aja klo dia jadian ma sapa aja..owkeyh..although aq 95% yakin klo dia udah
jadian lg sblm dia mutusin aq dengan cara yg sangat tidak terhormat n ala LOSER bgt!!!
yeah..absolutely right!!!
but the problem is………………you took my heart away…….
yaikz..so disgusthing :-D
yha whatever lha itu emank yg aq rasain, mungkin…cuz dia my first love kali ya..??
huh…bego bgt klo mikirn dia mulu, secara 99,9% dia udah ngelupain aq..
bangun oi…oi…oi….kerjain tu skripsi!!!!

 

Cermin Anak August 2, 2009

Filed under: Psikologi — nettylaora @ 1:07 pm

Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapat peran dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu.

Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.

Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Aha… ternyata anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. “Aku menang…,” begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju ke panggung diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.

Pak guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya kepada sang ‘jagoan’, “Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik,” ujar Pak Guru. “Coba kamu ceritakankepada kami semua, apa yang bisa membuat kamu seperti ini.”

Sang anak menjawab, “Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya di rumah. Karena dari Ayah-lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada ayah-lah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti ayah.”

Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, “Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini adalah peran yang mudah bagi saya.”

Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap. Begitu pun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan mereka berdiri sebagai terdakwa di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dengan perilaku mereka.

Sumber: Motivasi – KeeBoo Corp

(sumber: Jawaban.com )

 

Mengubah Sikap = Mengubah Hidup August 2, 2009

Filed under: Spirit in God — nettylaora @ 12:56 pm

Sikap bukanlah sekedar kondisi pikiran; sikap juga merupakan cerminan dari apa yang kita hargai. Sikap adalah lebih dari sekedar mengatakan bahwa kita bisa. Sikap adalah percaya bahwa kita bisa. Sikap menuntut rasa percaya sebelum melihat karena melihat berdasarkan pada keadaan dan percaya berdasarkan pada iman. Sikap bersifat sangat menular, terutama bila kita mempersiapkan diri untuk hari esok.

Kita berkuasa penuh atas sikap-sikap kita. Tidak ada orang lain yang berkuasa untuk mengubah sikap kita tanpa izin dari kita. Sikap kita memungkinkan diri kita lebih berdaya daripada uang, mengatasi kegagalan-kegagalan kita dan menerima orang lain sebagaimana diri mereka, dan apa yang mereka ucapkan. Sikap lebih penting daripada bakat, dan adalah lebih penting daripada segala keterampilan yang diperlukan untuk kebahagiaan dan kesuksesan. Sikap kita bisa digunakan untuk membangun diri kita atau untuk menghancurkan kita – kitalah yang menentukan pilihan.

Sikap juga memberikan kebijaksanaan kepada kita untuk mengetahui bahwa diri kita tidak bisa mengubah peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Saya yakin bahwa hidup terdiri dari 10% apa yang terjadi pada diri saya dan 90% bagaimana saya menanggapinya – dan dengan kondisi pikiran semacam itu, saya tetap berkuasa atas sikap saya.

Sikap adalah suatu pilihan! Kita memiliki kekuasaan untuk memilih tanggapan kita atas segala situasi. Dua jenis filter untuk karakter pilihan yang berdampak besar sekali atas respon kita adalah: filter-filter yang ada di dalam kendali kita dan filter-filter yang ada di luar kendali kita. Beberapa hal yang mempengaruhi pilihan, seperti jenis kelamin dan usia adalah filter yang berada di luar kendali kita. Yang lainnya, seperti nilai-nilai dan pendidikan, ada dalam kendali kita. Lewat sikap, kita bisa memberdayakan unsur-unsur yang berada di dalam kendali kita dan meminimalkan pengaruh dari unsur-unsur yang berada di luar kendali kita.

Apalah hal itu di dalam atau di luar kendali kita, sikap kita bisa sangat berpengaruh pada respon kita terhadap keadaan-keadaan dalam hidup ini. Sikap Anda adalah salah satu dari beberapa hal dalam hidup ini yang bisa Anda kendalikan. Meskipun Anda tidak bisa meramalkan jatuh bangun yang akan Anda alami, Anda bisa mengendalikan cara Anda bereaksi terhadap jatuh bangun tersebut. Sikap itu sangat menular. Sikap bisa berpengaruh luar biasa besar pada orang-orang yang bekerja dan hidup bersama kita. Anda bisa memilih untuk menjadi orang yang positif.

Sama halnya seperti kisah ember yang sedang dalam perjalanan menuju sumur. Ember yang pesimis akan berkata, “Betapa tidak bergunanya apa yang kita lakukan. Waktu demi waktu kita turun ke sumur dan menjadi penuh, tetapi kita selalu kembali ke sumur dalam keadaan kosong.” Namun ember yang positif akan berkata, “Aku menikmati apa yang kita kerjakan. Aku melihatnya seperti ini, tidak perduli berapa kali kita datang ke sumur dalam keadaan kosong, kita selalu pergi dalam keadaan penuh.”

Kita semua mempunyai kebebasan untuk membuat pilihan-pilihan dalam hidup ini. Tidak ada yang memerintah kita mana yang harus dipilih; kita bebas sepenuhnya untuk membuat pilihan. Sikap adalah suatu pilihan. Jangan memilih yang negatif, pilihlah untuk menjadi orang yang optimis – untuk percaya pada diri Anda dan orang lain. Bergabunglah dengan pemimpin yang positif. Jika mereka sudah sukses di bidang itu dalam kehidupan pribadi mereka, maka Anda juga bisa.

Hati-hati dengan sikap Anda! Apakah Anda cenderung melihat sisi yang gelap dari sesuatu atau sisi cerahnya? Apakah Anda mencoba untuk menjadi optimis atau pesimis? Terkadang kita tidak bisa melihat hal yang baik karena kita berfokus pada kesalahan atau masalah. Ada orang yang mengatakan, “Di tengah-tengah setiap kesulitan ada peluang.” Alkitab berbicara tentang fokus pada hal-hal yang benar.

Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Sikap adalah lebih dari sekedar berkata “saya bisa”; sikap adalah percaya bahwa Anda bisa. Anda perlu percaya sebelum melihat, karena melihat itu berdasarkan kondisi, dan percaya itu berdasarkan iman.

Bebaskanlah diri Anda dari perbudakan kegagalan. Bersikaplah yang benar! Ketahuilah bahwa Anda bisa mengubah sikap Anda dan itu berarti Anda bisa mengubah hidup Anda!

Sumber : Biblical Principle for Becoming Debt Free

(sumber: Jawaban.com)

 

Berhenti! Hormatilah Hari Sabat.. August 2, 2009

Filed under: Spirit in God — nettylaora @ 12:54 pm
Saat berbicara dihadapan sekelompok anggota konkres AS di Washington D.C yang mengalami kepenetan, seorang wanita muda yang cantik mengangkat tangannya dan menanyakan satu pertanyaan yang tak terduga: “Seandainya kita berpegang pada pengertian mengenai beristirahat di hari Sabat, apakah mungkin kita terhindar dari situasi kelelahan yang dialami negara kita saat ini?”

“Mungkin saja” kata saya. “Mungkin seandainya setiap minggu kita pakai satu hari penuh untuk undur diri dari dunia yang dipenuhi kesibukan, maka istirahat yang penuh itu terbukti cukup untuk bisa memelihara stamina yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan pada enam hari sisanya,”

Allah berbicara mengenai beristirahat di hari Sabat jauh-jauh hari sebelum adanya Sepuluh Perintah Allah. Istirahat setelah penciptaan yang dilakukan oleh Yang Maha Mulia tertera dalam pasal kedua di Alkitab: “Dan Allah memberkati dari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu.” (Kejadian 2:3). Ia melihat segala sesuatu yang dijadikan-Nya itu dan bersukacita karenanya, dan kemudian Ia memerintahkan kita melakukan hal yang sama.

Istirahat di hari Sabat ini tidak hanya mengistirahatkan tubuh saja – meski itu penting. Itu juga tidak melulu mengistirahatkan emosi, meski mereka yang bertindak bijaksana pasti akan melakukan hal itu pada hari Sabat. Istirahat di hari Sabat sesungguhnya adalah sebuah perayaan peringatan: “Sebab haruslah kau ingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar oleh Tuhan, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya Tuhan Allahmu, memerintahlkan engkau merayakan hari Sabat.” (Ulangan 5:15). Allah yang telah membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir itu, adalah Allah yang juga membebaskan kita dari belenggu dosa. Ingatlah.

Hari Sabat merupakan waktu kita menghentikan dominasi pekerjaan, dan kita menggunakan waktu itu untuk menyembah Sang Pencipta yang berkuasa. Kita berhenti mencari penghasilan demi mengisi lemari-lemari makanan kita, dan menggunakan waktu itu untuk membawa persembahan kepada-Nya. Istirahat dihari Sabat tidak hanya sekedar perhentian: Itu merupakan hal yang mendasar. Kita beristirahat bukan karena kita lelah. Kita menghentikan pekerjaan kita bukan karena telah selesai. Kita menyembah bukan karena sekarang ada banyak anggur di pohon-pohon anggur serta hewan ternak di kandang. Satu diantara tujuh hari yang ada kita gunkan untuk beristirahat dan menyembah semata-mata karena Dia adalah Tuhan.

Namun, sebagian besar, gereja-gereja sekarang belum mengembangkan teologi praktis mengenai beristirahat pada umumnya dan beristirahat di hari Sabat pada khususnya. Kita membaca mengenai istirahat di kitab suci dan berkata, “Ya, itu memang benar.” Namun, makna di dalamnya, sebenarnya kita sedang berkata, “Ya, itu memang benar, tetapi…” Mungkin inilah saatnya untuk mengambil sikap dengan pandangan yang baru, bertanyalah pada Allah apa sebenarnya yang ada dalam pikiran-Nya bagi kita.


Milikilah kembali istirahat di hari Sabat. Ambil kembali hari itu. Hentikan pekerjaaan Anda, dan berhentilah memikirkan pekerjaan Anda. Jernihkan pikiran Anda. Tenangkan jiwa Anda. Berkati anak-anak Anda. Menyembah Tuhan, merenungkan firman, berdoa, tidur, berjalan-jalan dan nikmatilah alam. Bersyukurlah untuk hidup Anda.

(sumber: Jawaban.com)

 

the begin: me on graphic design :) August 2, 2009

Filed under: my diary — nettylaora @ 12:45 pm

berawal dari kegemaran membuat design kartu ucapan untuk anggota dan terkadang untuk peserta event yang diadakan oleh suatu organisasi keagamaan yang aq ikuti di kampus, aq jadi memiliki ketertarikan dengan dunia design, walau masih ‘copo’ aq berharap kemampuan dan pengetahuanku di bidang design bisa meningkat. aq mulai tertarik membaca artikel tentang graphic design, tidak hanya masalah penggunan software grafis yang berbau teknis dan implementasi, atw yang mungkin hanya sebagai alat bantu untuk menunjukkan hasil dari design itu sendiri. berlanjut saat aq mengambil mata kuliah perilaku konsumen sebagai suppprting course, yang secara garis besar berbicara tentang dunia periklanan dan konsumen. saat mempelajari mata kuliah ini aq jadi semakin tertarik dengan dunia grafis, dimana dalam dunia advertising masalah design termasuk salah satu hal yang penting untuk mengkomunikasikan (memberitahukan) produk yang dihasilkan kepada masyarakat. berangkat dari rasa tertarik tentang periklanan dan grafis, aq juga mencari tau tentang dunia komunikasi antara grafis dengan ‘penarikan’ minat konsumen atas produk. dari hasil membaca dari beberapa sumber, aq jadi sedikit tau klo ternyata masalah design kemasan produk, atau design produk apapun itu gak sembarang ‘pake’ warna, gambar,jenis tulisan, n layout. selanjutnya aq menemukan ternyata ada ‘wadah’ untuk yang mempelajari tentang hal ini, yaitu DKV atau ilmu komunikasi. uhm, aq jadi berpikir, klo dulu pas sma aq tau tentang, jurusan DKV, atau ilmu komunikasi, pasti aq milih jurusan itu, dibanding ilkom yg sekarang  :-D tapi….who knows??? belum tentu gto juga sie…cuz dulu juga kan aq masih buta masalah design n advertising :-D nah, karena alasan itu lha………klo dapet kesempatan melanjutkan studi, aq pengen banget bisa lanjut ke jurusan grpahic design…:-D supaya bisa paham n mendalami dunia graphic design itu sendiri, jd ga bakalan asal2an lg yg namanya make warna, jenis huruf, gambar, n spy bisa nyusun layout yg bener.