absolutely me…

just as 'lil bit documentation about me and arounds

Ia Sudah Mati November 9, 2009

Filed under: Inspiring — nettylaora @ 9:05 pm

Sepucuk surat dikembalikan dari kantor pos. Tertulis dengan tulisan tangan pada amplob itu sebuah kalimat, “Ia sudah mati”. Karena sebuah kekeliruan, amplob itu dikirimkan kembali ke alamat yang sama. Surat itu sekali lagi dikembalikan ke kantor pos dengan tulisan, “Ia masih mati!”

Hal diatas menggambarkan bagaimana sikap sebagian orang yang menolak perubahan. Untuk menerima hasil yang berbeda, lakukanlah perubahan. Jika Anda terus melakukan hal yang sama, maka hasil yang akan Anda terima pasti sama.

Seorang ahli kepemimpinan Max DePree pernah berkata, “Kita bisa menjadi orang yang kita perlu wujudkan dengan tetap menjadi diri kita sekarang.”

Untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang perlu Anda lakukan adalah terbuka terhadap perubahan yang positif. Anda perlu mengejar perubahan – dan Anda perlu melakukannya sedikit lebih banyak dari orang-orang berhasil lainnya. Inilah cara untuk Anda memusatkan energi untuk mendapatkan jenis-jenis perubahan yang akan mengubah Anda menjadi semakin baik:

  • Jangan berubah untuk menghindari masalah Anda – ubahlah diri Anda untuk menyelesaikannya.
  • Jangan ubah keadaan Anda untuk memperbaiki kehidupan Anda – ubahlah diri Anda sendiri untuk memperbaiki keadaan Anda.
  • Jangan lakukan hal-hal yang sama dengan mengharapkan hasil yang berbeda – dapatkanlah hasil yang berbeda dengan melakukan sesuatu yang baru.
  • Jangan menunggu sebuah tanda untuk melakukan suatu perubahan – mulailah perubahan segera setelah Anda merasa panas.
  • Janganlah menganggap perubahan sebagai sesuatu yang menyakitkan yang harus dilakukan – anggaplah itu sebagai sesuatu yang menolong yang bisa dilakukan.
  • Jangan hindari membayar harga langsung dari sebuah perubahan – jika Anda melakukannya, Anda akan membayar harga tertinggi dari tidak pernah memperbaiki diri.

Penyair dan filsuf Johann von Schiller menulis, “Orang yang telah melakukan yang terbaik dari dirinya sendiri untuk masanya sendiri telah hidup sepanjang waktu.” Anda bisa melakukan yang terbaik hanya jika Anda terus-menerus berusaha untuk menerima perubahan positif.

sumber: -Jawaban.com-

 

i love you September 21, 2009

Filed under: Inspiring, my diary — nettylaora @ 2:48 pm

Jangan biarkan hatimu terlalu mudah diserahkan. Jika seseorang pria berkata I love you, anda tidak perlu mengulangi frase itu.
Bagi para pria ini, tiga kata itu bisa memiliki berbagai macam arti, seperti “Aku bernafsu padamu” atau “Aku ingin kamu menciumku” atau mungkin ia cuma tidak bisa memikirkan kata-kata lain untuk dikatakan pada saat itu!


Tetapi apa yang bisa dilakukan “I love you” pada jaring hatimu? Lambat laun kata-kata itu dapat mejebakmu secara emosi dan membawamu pada hal fisik. Untuk menjaga kunci hatimu, buatlah suatu komitmen untuk mengatakan aku mencintaimu hanya pada orang yang anda kasihi dengan kasih yang berkomitmen, bukan suatu perasaan kasih yang biasa.

Anda akan tetap terkendali dalam persahabatanmu. Kasih sejati memerlukan waktu untuk bertumbuh dan berkembang tanpa ketiga kata itu.

(Lady in Waiting; Jackie Kendall & Debbie Jones)

 

“Urgently Wanted”: Profesional Kreatif July 29, 2009

Filed under: Inspiring — nettylaora @ 9:37 am
  • Berpikir ‘BISA’

Hambatan utama bagi tumbuhnya kretivitas adalah dalam mindset, pikiran anda, yaitu ketika anda mengatakan, “tidak mungkin… , “tidak ada yang pernah coba“, “saya tidak kreatif“. Satu-satunya jalan adalah dengan membuka kunci pikiran anda, ganti dengan mindset baru yang selalu mengatakan “BISA”, dan gunakan kalimat positif yang membuka jalan ke arah kreativitas, seperti pasti ada jalan…, kita carikan jalan keluar…, selalu ada solusi. Genjot pikiran untuk selalu think beyond dengan mengatakan: kenapa tidak?

  • Berani Ambil Resiko, Terampil Hitung Resiko

Manusia memang tidak mau rugi, tidak ingin sakit. Namun, sikap yang perlu dibangun untuk mengasah kreativitas adalah sikap mau menerima kegagalan sebagai bagian dari proses, sikap kompromi terhadap kesulitan, dan berani ambil risiko terhadap kemungkinan kegagalan atau tidak optimalnya implementasi. Jika anda adalah seorang atasan, bantu anak buah untuk bangkit dan belajar dari kesalahanya. Yang terpenting adalah membangun lingkungan dan budaya untuk memfasilitasi belajar dan mengambil pelajaran dari kesalahan yang dibuat. Ingat kalimat bijak, ‘People who never fail are those who never try. If you never try you can never succed‘.

  • Asah Teknik Menggali Ide Kreatif

Banyak orang tahu perlunya menggali ide kreatif. Banyak buku yang mengulas teknik-teknik populer dan kiat-kiat, misalnya brainstorming, mind-mapping, asosiasi bebas, tenik fishbone untuk mengklarifikasi akar masalah. Namun, dalam dunia bisnis di negara kita, sangat dikenal acara rapat yang  ’one way communication‘. Artinya, atasan banyak bicara dan memberi ‘arahan‘ kepada bawahan, sementara bawahan tidak bertanya, apalagi mengeluarkan usulan kreatif. Kebiasaan ‘meeting’ seperti inilah yang perlu diubah. Seorang atasan yang berpikir maju mengatakan: “Di dalam gaji anda terkandung keharusan untuk mengeluarkan semua ide di rapat. Jadi yang diam saja berarti melakukan korupsi pemikiran.”

  • Senantiasa Bangunkan  Otak

Waspadai ketika pikiran kita sedang malas, dan senantiasa bangunkan otak anda. Caranya, dengan senantiasa menyerap ha-hal baru. Tingkatkan kerja panca indra anda dengan melihat, mendengar, meraba, merasa secara lebih intensif dengan sengaja. Pasang mata-telinga anda tajam-tajam, dan berusahalah memahami bahkan menikmati apa yang anda lihat dan dengar dalam setiap kesempatan, membaca, mencatat, mendengarkan radio, mendokumentasikan artikel menarik, benchmark, dan travelling. Dengan demikian anda mendapatkan lebih banyak ide dari berbagai sumber yang tidak terbatas. Proses curiosity (rasa ingin tahu) dan latihan observasi ini sendiri juga merupakan proses kreativitas. Tanpa terasa, hasil pengalaman anda ini akan menjadi narasumber ketika anda membutuhkan ide solusi tertentu.

(Kompas, 15 Juli 2006)

(dikutip dari buku berjudul “Menggapai Kepribadian Dewasa“)